Apa sih
IPE??
Center
for the Advancement of Interprofessional Education (CAIPE)
menyatakan bahwa "Interprofessional
Education terjadi ketika dua atau lebih profesi belajar dengan, dari, dan
tentang satu sama lain untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas perawatan.”
Menurut WHO, IPE merupakan proses dimana sekelompok mahasiswa atau tenaga
kesehatan dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda belajar bersama-sama
selama periode pendidikan tertentu, untuk berkolaborasi dalam upaya promotif,
preventif, kuratif, rehabilitatif, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan
kesehatan (CIHC, 2007).
Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa IPE melibatkan pendidik dan peserta didik dari dua atau lebih profesi
kesehatan dan disiplin ilmu terkait yang berdiskusi bersama mengenai konsep
pelayanan kesehatan dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan demi kepentingan
masyarakat.
Melalui pendidikan interdisipliner, tenaga
professional kesehatan belajar bersama-sama untuk mendapatkan pengetahuan,
keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk bekerja dengan profesional
kesehatan lainnya (CIHC, 2007). IPE bermanfaat dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien, biaya perawatan yang lebih
rendah, mengurangi lama pasien tinggal di rumah sakit dan mengurangi medical error (CAIPE,2002). Kurikulum
IPE akan mempersiapkan lulusan untuk memasuki praktik kolaboratif dan kemitraan
interprofessional untuk
mengoptimalkan kualitas perawatan klien (University of Toronto, 2008).
The
Center for Collaborative Health Professional Education of Memorial University
of Newfoundland menginisiasi pengembangan kurikulum IPE pada tahun
2005. Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengenalkan IPE di tatanan
akademik dan klinis sehingga akan meningkatkan kompetensi kolaborasi (Curran
& Sharpe, 2007). Diberbagai negara maju seperti Eropa dan Amerika, Interprofessional education telah banyak
dikembangkan di dalam kurikulum pendidikan terutama di bidang kesehatan.
Keberhasilan kurikulum IPE berdasarkan pada kemauan dan komitmen kolektif dari
berbagai kelompok stake holder,
seperti mahasiswa, staf pengajar, klien / pasien / keluarga, dokter dan
administrator (University of Toronto, 2008).
0 komentar:
Posting Komentar